Pedoman Pembuatan Tugas Akhir Rancangan Alsin

Pedoman Pembuatan Tugas Akhir Rancangan Alsin
September 18, 2008 oleh Pak Tas
Pengantar:
Rancangan alsintan adalah salah satu pilihan untuk dasar pembuatan tugas akhir (skripsi) bagi mahasiswa teknik pertanian. Tugas akhir rancangan alsintan (rancang bangun) memiliki wilayah pilihan yang luas, seluas cakupan teknik pertanian itu sendiri.
Selama ini masih terjadi kesimpangsiuran mengenai standar dalam pembuatan tugas akhir (skripsi / karya ilmiah tertulis) dengan topik rancangan alsintan di Jurusan Teknik Pertanian FTP – UNEJ.
Oleh karena itu diperlukan suatu panduan untuk membantu mempermudah mahasiswa maupun dosen dalam menangani masalah tersebut. Pedoman ini dimaksudkan agar mahasiswa yang mengambil topik rancangan alsintan, termasuk yang mengambil topik mengenai modifikasi alsintan, dapat melaksanakan tugas akhir tersebut secara lebih terarah.
Pedoman
Bagi Mahasiswa Teknik Pertanian
Untuk Tugas Akhir
Dengan Topik Rancangan Alsintan
Oleh:
Ir. Tasliman, M.Eng.
Jurusan Teknik Pertanian,
Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Jember
Januari 2004
DAFTAR ISI
Bagian I. Pedoman Umum
A Pengantar
B Pengertian Tugas Akhir Rancangan Alsintan
C Susunan Skripsi Non Rancangan Alsintan
D Susunan Skripsi Rancangan Alsintan
Bagian II. Pedoman Penyusunan Proposal
A Pengantar
B Tahapan Penyusunan Proposal Tugas akhir
C Proposal Sebagai Bukti Kesiapan Calon Peneliti
a. Kesiapan atau kemampuan menguasai masalah
b. Kesiapan melakukan penelitian
D Sistematika Proposal
E Pendahuluan
Latar Belakang
Permasalahan
Tujuan Penelitian
Manfaat penelitian
Batasan Masalah
F Tinjauan Pustaka
G Pendekatan Teori
H Metodologi Penelitian
Sistematika bab metodologi penelitian
Tahapan Penelitian
Gambaran umum rancangan
Rancangan bagian fungsional
Rancangan alat keseluruhan
Pembuatan alat
Uji kinerja
Tujuan pengujian
Cara pengujian
Parameter pengujian
Bagian III. Pedoman Penyusunan Skripsi
A Pendahuluan
B Tinjauan Pustaka
C Pendekatan Teori
D Metodologi Penelitian
E Sistematika skripsi pada model pertama
F Sistematika skripsi pada model kedua
G Sistematika skripsi pada model ketiga
H Perancangan Alat
I Gambaran Umum Rancangan
J Rancangan Garis Besar
K Rancangan Rinci Per Bagian
L Perhitungan Dimensi Bagian
M Pembuatan Alat
N Pengujian Alat
O Hasil dan pembahasan
P Kesimpulan dan Saran
Bagian I. Pedoman Umum
Pengantar
Rancangan alsintan adalah salah satu pilihan untuk dasar pembuatan tugas akhir (skripsi) bagi mahasiswa teknik pertanian. Tugas akhir rancangan alsintan (rancang bangun) memiliki wilayah pilihan yang luas, seluas cakupan teknik pertanian itu sendiri. Untuk kategori pertanian dengan pengertian tradisionalnya yaitu budidaya tanaman, alsin yang dapat dirancang mencakup mulai dari pengolah tanah, penanam, pemeliharaan tanaman, pengendali gulma, pengendali hama dan penyakit, pemanen, alsin pengolah hasil, berbagai macam gilingan, pengering, serta pendingin. Di samping itu dapat juga dirancang alat pembangkit atau pengubah energi untuk keperluan pertanian dan pedesaan serta rancangan sistem kendali elektronik. Di kategori teknologi pedesaan dapat dirancang alat untuk transportasi pertanian dan pedesaan serta alsin untuk keperluan rumah tangga di pedesaan. Selain itu, dapat dirancang alsin yang melayani bidang peternakan, perikanan dan kehutanan.
Selama ini masih terjadi kesimpangsiuran mengenai standar dalam pembuatan tugas akhir (skripsi / karya ilmiah tertulis) dengan topik rancangan alsintan di Jurusan Teknik Pertanian FTP – UNEJ. Hal tersebut (termasuk di dalamnya topik mengenai modifikasi alsintan disebabkan belum tersedianya acuan yang jelas tentang hal-hal yang berkaitan dengan rancangan alsintan sebagai tugas akhir. Oleh karena itu diperlukan suatu panduan untuk membantu mempermudah mahasiswa maupun dosen dalam menangani masalah tersebut. Pedoman ini dimaksudkan agar mahasiswa yang mengambil topik rancangan alsintan, termasuk yang mengambil topik mengenai modifikasi alsintan, dapat melaksanakan tugas akhir tersebut secara lebih terarah.
Pengertian Tugas Akhir Rancangan Alsintan
Sebagai salah satu syarat kelulusan tingkat Strata 1 (S-1), mahasiswa Jurusan Teknik Pertanian FTP Unej diwajibkan membuat karya ilmiah tertulis (KIT) atau Skripsi.
Tugas akhir rancangan alsintan adalah tugas akhir (penelitian) mahasiswa yang menghasilkan suatu rancangan alat baru yang kemudian alat tersebut juga dibuat secara fisik. Hasil yang diperoleh dari tugas akhir rancangan alsintan, selain berupa laporan tugas akhir atau laporan penelitian yang berujud karya ilmiah tertulis atau skripsi, juga berujud sebuah alat hasil rancangan yang nyata.
Tugas akhir yang berbentuk rancangan alsintan memang seyogyanya dibedakan dengan tugas akhir yang berupa penelitian yang bukan rancangan alsintan. Tugas akhir rancangan alsintan adalah bukan penelitian dalam artinya yang lazim. Adanya perbedaan tersebut menyebabkan diperlukannya cara penyusunan yang berbeda antara tugas akhir rancangan alsintan dengan tugas akhir yang berupa penelitian non rancangan alsintan.
Hal yang mendasar yang membedakan antara tugas akhir dengan topik perancangan alsintan dengan tugas akhir dengan topik lainnya adalah pada bagian metodologi penelitian. Pada topik penelitian selain rancangan alsintan, metodologi penelitian ditujukan untuk memperoleh data tertentu guna dianalisis lalu dihasilkan kesimpulan tertentu terhadap data yang diperoleh tersebut. Sedangkan pada rancangan alsintan, tujuan penelitiannya adalah dihasilkannya suatu rancangan alsintan baru yang barangnya ada secara fisik. Dengan demikian metodologi penelitian dalam tugas akhir rancangan alsintan juga ditujukan untuk menghasilkan rancangan fisik tersebut.
Permasalahan utama pada penelitian yang bukan rancangan alsintan adalah bagaimana membuat rancangan percobaan yang tepat agar tujuan penelitian tercapai (yaitu agar diperoleh data yang mendukung serta memungkinkan diambilnya kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan). Di lain pihak, permasalahan utama pada penelitian tugas akhir rancangan alsintan adalah menghasilkan suatu rancangan baru dengan mempergunakan alur nalar yang bisa dipertanggungjawabkan.
Berkenaan dengan dihasilkannya suatu rancangan alsin baru, seharusnya perlu dipikirkan untuk pemberian sertifikat perancang bagi lulusan teknik pertanian yang membuat tugas akhir berupa rancangan alsintan.
Susunan Skripsi Non Rancangan Alsintan
Susunan karya ilmiah tertulis yang standar pada tugas akhir non rancangan alsintan umumnya adalah sebagai berikut:
Bab I. Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Permasalahan
3. Tujuan penelitian
4. Kegunaan Penelitian
5. Pembatasan masalah
Bab II. Tinjauan Pustaka
Bab III. Metodologi Penelitian
1. Waktu Dan Tempat Penelitian
2. Parameter Penelitian
3. Data Yang Diperlukan Untuk Pengukuran Parameter
4. Bahan Dan Alat Yang Diperlukan
5. Metoda Analisis Dan Rancangan Percobaan (jika menggunakan rancob)
6. Cara Pelaksanaan Penelitian
7. Hipotesis (jika diperlukan, bisa juga diletakkan di akhir tinjauan pustaka)
Bab IV. Hasil dan pembahasan
Bab V. Kesimpulan dan saran
Daftar Pustaka
Susunan Skripsi Rancangan Alsintan
Susunan karya ilmiah tertulis atau skripsi pada tugas akhir rancangan alsintan agak berbeda dengan susunan skripsi non rancangan alsintan. Bagian atau bab pendahuluan pada karya tulis ilmiah rancangan alsintan, isinya tidak berbeda dengan pada skripsi yang bukan rancangan alsintan. Demikian juga dengan bab tinjauan pustaka. Perbedaan terdapat pada bab pendekatan teori dan metodologi penelitian.
Sebagaimana pada skripsi non rancangan alsintan, tinjauan pustaka berisi pertama tentang pengertian-pengertian dasar yang berkaitan dengan topik penelitian. Selain itu berisi hasil-hasil penelitian yang pernah dilaksanakan yang relevan dengan topik tersebut.
Pendekatan teori berisi penjelasan nalar tentang alsintan yang akan dirancang. Atau jika digunakan rumus-rumus yang mendasari rancangan, hal tersebut juga diuraikan pada bab ini. Pada bab ini juga dijelaskan secara nalar tentang teori kerja atau mekanisme kerja alat yang akan dirancang tersebut.
Bagian yang memperlihatkan perbedaan nyata antara skripsi non rancangan alsintan dengan skripsi rancangan alsintan adalah pada bab metodologi penelitian. Pada skripsi rancangan alsintan, isi dari bab metodologi penelitian jauh lebih panjang dibanding pada skripsi non rancangan alsintan. Pada sebuah karya ilmiah tertulis rancangan alsintan, seringkali tidak diperlukan adanya suatu bab khusus yang bernama “metodologi penelitian”, meskipun pada proposal bab tersebut ada. Sebagai pengganti bab metodologi penelitian pada skripsi rancangan alsintan muncul 3 bab berurutan yaitu: bab “metodologi perancangan alat”, bab “pembuatan alat, uji fungsional dan modifikasi”, dan bab “metodologi pengujian alat”.
Inti isi skripsi rancangan alsintan adalah pada bab “perancangan alat” dan bab “pembuatan alat, uji fungsional dan modifikasi”. Oleh karena itu, isi dari bab “hasil dan pembahasan” adalah bersifat sebagai pelengkap. Bab tersebut berisi spesifikasi akhir alat hasil rancangan, lengkap beserta foto dan gambar tekniknya, hasil pengujian akhir, dan pembahasan mengenai kinerja alat. Pembahasan tentang alat hasil rancangan diperoleh dari hasil uji akhir, ditambah dengan penjelasan lain mengenai problema rancangan, kekurangan serta saran penyempurnaan lanjut. Pada tugas akhir rancangan alsintan, sebagian besar muatan penelitian sudah tercakup pada bab perancangan alat dan bab pembuatan alat.
Salah satu hal lain yang harus diperhatikan oleh mahasiswa yang mengambil topik tugas akhir rancangan alsintan, adalah bahwa pada tugas akhir rancangan alsintan, hasil dari kegiatan tersebut adalah berupa rancangan fisik. Sehingga pengujian hanyalah bersifat pelengkap. Penekanan pengujian adalah pada uji fungsional untuk mengetahui bagaimana alat bekerja serta mengukur parameter kinerja alat. Dalam uji tersebut tidak perlu diberi perlakuan apa-apa. Kalaupun digunakan rancangan percobaan, hal tersebut semata hanyalah untuk memperoleh data yang valid, bukannya untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap kinerja alat. Uji kinerja yang melibatkan pemberian perlakuan selayaknya dilakukan oleh orang (mahasiswa) lain, bukan oleh perancang.
Bagian II. Pedoman Penyusunan Proposal
Pengantar
Proposal penelitian adalah suatu pernyataan ringkas tentang rencana penelitian yang berfungsi untuk meyakinkan pihak lain bahwa yang bersangkutan (calon peneliti) telah siap dan mampu melaksanakan penelitian. Proposal penelitian dibuat sebagai rangkaian tugas akhir mahasiswa, disusun sebelum mahasiswa melakukan penelitian untuk tugas akhir tersebut.
Bagi mahasiswa, tujuan pembuatan proposal penelitian untuk tugas akhir, selain berfungsi untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum melakukan penelitian, juga berfungsi mendidik dan melatih mahasiswa untuk membuat proposal penelitian akademik yang baik dan benar. Dengan demikian penyusunan proposal penelitian bagi mahasiswa adalah tidak sekedar untuk keperluan pembuatan penelitian itu sendiri, melainkan memang adalah untuk melatih dan mendidik mahasiswa mengenai cara pembuatan proposal akademik yang baik dan benar. Dengan pengertian yang seperti ini, maka bagi mahasiswa, kemampuan membuat proposal yang baik dan benar akan mempunyai nilai yang tidak kalah pentingnya dengan kemampuan membuat penelitian yang benar.
Selain itu tersusunnya sebuah proposal yang baik akan sangat membantu proses selanjutnya. Dengan adanya proposal yang baik, penelitian bisa berlangsung terarah. Kemudian, penyusunan skripsi menjadi jauh lebih mudah karena lazimnya bab-bab awal dari sebuah skripsi adalah pengembangan dari bab-bab yang terdapat pada proposal penelitiannya. Jika proposalnya sudah tersusun dengan baik maka boleh dikatakan skripsi sudah selesai setengahnya, bahkan ada yang menyebut selesai dua per tiganya.
Salah satu hal yang penting diperhatikan pada pembuatan proposal adalah bahwa proposal yang baik adalah proposal yang singkat padat namun isinya jelas. Ketentuan ini bahkan berlaku bagi karya tulis non fiksi jenis apapun. Seringkali panjangnya uraian yang berbelit dan tidak jelas ujung pangkalnya adalah indikator bahwa penulisnya tidak memahami masalah dengan baik.
Salah satu cara sederhana untuk menguji tentang ringkas tidaknya suatu tulisan ialah dengan metoda penghilangan. Caranya ialah dengan menghilangkan satu per satu alinea atau kalimat dari suatu tulisan. Jika penghilangan tidak mengurangi arti berarti kalimat atau alinea yang dihilangkan tersebut memang tidak perlu. Suatu kalimat atau alinea dikatakan berarti jika tulisan menjadi tidak jelas maksudnya jika kalimat atau alinea tersebut dihilangkan.
Tahapan Penyusunan Proposal Tugas akhir
Tahapan standar penyusunan proposal adalah sebagai berikut:
1. Konsultasi dengan dosen pembimbing atau calon dosen pembimbing untuk menentukan topik yang akan diteliti.
2. Tercapai kesepakatan awal antara mahasiswa dengan dosen pembimbing tentang topik yang akan diteliti.
3. Mahasiswa membuat draft awal proposal.
4. Draft tersebut dikonsultasikan kepada dosen pembimbing.
1. Lama waktu serta jumlah pertemuan konsultasi tergantung kebutuhan.
2. Selama konsultasi draft proposal dengan dosen pembimbing (selama pembimbingan pembuatan proposal), dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap draft proposal dengan mengikuti petunjuk dari dosen pembimbing.
5. Untuk memperoleh masukan, bisa dilakukan seminar proposal di dalam kurun waktu pembimbingan pembuatan proposal tersebut.
6. Proposal bersifat final setelah disetujui oleh dosen pembimbing.
7. Penelitian bisa dimulai.
Proposal Sebagai Bukti Kesiapan Calon Peneliti
Inti proposal penelitian adalah meyakinkan pihak lain bahwa si calon peneliti mampu dan siap melakukan penelitian. Seorang peneliti bisa melakukan penelitian dengan benar jika minimal telah menguasai permasalahan serta sudah mempunyai rencana penelitian yang matang. Secara nalar tidak mungkin seseorang meneliti suatu masalah yang tidak cukup dipahaminya, demikian juga tidak mungkin dilakukan penelitian yang benar jika si calon peneliti tidak mempunyai rencana penelitian yang matang.
Jika dijabarkan, kesiapan melakukan penelitian akan mencakup 2 hal yaitu:
• Kesiapan menguasai masalah
• Siap dengan rencana penelitian yang matang.
Dalam proposal, calon peneliti harus bisa meyakinkan pembaca bahwa dia menguasai dengan baik kedua hal tersebut.
a. Kesiapan atau kemampuan menguasai masalah
Pada sebuah proposal penelitian, kemampuan menguasai masalah yang akan diteliti ditunjukkan dengan:
1. Menguasai akar permasalahan. Kemampuan menguasai akar permasalahan ini ditunjukkan pada bab “Pendahuluan”. Kemampuan ini mencakup:
o Penguasaan terhadap pengetahuan bahwa topik yang dikerjakan penting serta relevan dengan bidang ilmu yang ditekuni. Hal ini disampaikan pada sub “Latar belakang”.
o Terumuskannya masalah dengan jelas, disampaikan pada sub “Perumusan Masalah”.
o Mampu merumuskan tujuan penelitian yang jelas dan mungkin untuk dikerjakan, dirumuskan pada sub “Tujuan Penelitian”.
o Mengetahui manfaat hasil penelitian, diuraikan pada sub “Kegunaan Penelitian”.
2. Penguasaan terhadap konsep-konsep dasar yang berkaitan dengan topik penelitian, serta pengetahuan tentang perkembangan terkini dari topik yang diteliti, diuraikan dalam bab “Tinjauan Pustaka”.
3. Penguasaan terhadap teori atau logika nalar yang mendasari pelaksanaan penelitian, diuraikan pada bab pendekatan teori.
b. Kesiapan melakukan penelitian
Kesiapan melakukan penelitian ditunjukkan dengan adanya rencana penelitian yang matang yang diuraikan secara rinci pada bab “Metodologi Penelitian“.
Sistematika Proposal
Urutan susunan proposal tugas akhir rancangan alsintan adalah tidak berbeda dengan susunan proposal tugas akhir untuk penelitian dengan topik lainnya. Urutan standar proposal tersebut adalah sebagai berikut:
• Bab 1. Pendahuluan
• Bab 2. Tinjauan Pustaka
• Bab 3. Pendekatan Teori / Landasan Teori
• Bab 4. Metodologi / Rencana Penelitian
• Daftar Pustaka
Ketiga bab pertama isinya (urutan / susunannya) secara mendasar sama dengan pada laporan akhir, kecuali bahwa isinya lebih ringkas, dan memang harus lebih ringkas. Pada tinjauan pustaka di proposal hanya perlu diuraikan hal-hal yang sungguh-sungguh relevan dengan penelitian, dalam arti jika bagian tersebut dihilangkan maka proposal menjadi “tidak berbunyi”. Yang ditulis pada bab-bab tersebut adalah hal-hal yang benar-benar bermanfaat bagi pelaksanaan penelitian, dalam arti secara logika, penelitian “mustahil” dilakukan jika si peneliti belum menguasai hal-hal yang disampaikan dalam proposal tersebut. Sedangkan pada bab metodologi dipaparkan secara ringkas namun terinci tentang tahapan penelitian yang akan dilakukan.
Proposal standar hanyalah terdiri dari 4 bab tersebut, ditambah dengan daftar pustaka. Uraian mengenai isi masing-masing bab secara ringkas adalah sebagai berikut:
Pendahuluan
Pendahuluan adalah uraian pengantar yang menuntun / memandu pembaca masuk atau terlibat ke topik yang akan dibahas (diteliti). Bab pendahuluan yang lengkap terdiri dari sub bab sebagai berikut:
• Latar belakang
• Permasalahan / identifikasi masalah / perumusan masalah
• Tujuan penelitian
• Manfaat penelitian / kegunaan penelitian
• Ruang lingkup / pembatasan masalah
Sebuah proposal yang bagus pasti dimulai dengan tersusunnya bab pendahuluan yang bagus. Jika bab pendahuluan kacau, pastilah proposal maupun penelitian serta selanjutnya skripsi yang dibuat akan kacau pula. Hal ini disebabkan bab pendahuluan adalah bab yang mencerminkan penguasaan calon peneliti terhadap inti permasalahan yang akan diteliti.
Untuk membuat permulaan proposal yang bagus, salah satunya bisa dibantu dengan menyusun pertanyaan-pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang harus dijawab antara lain sebagai berikut:
Pertanyaan: kenapa saya memilih topik ini?
Jawaban 1 adalah karena topik atau masalah tersebut perlu diteliti. Jika itu jawabannya, maka perlu dijelaskan tentang kenapa topik tersebut perlu diteliti? Suatu topik perlu diteliti pastilah karena topik tersebut penting. Penjelasan tentang penting dan relevannya topik masuk ke sub latar belakang.
Jawaban 2 adalah karena masalah tersebut belum diteliti. Tempatkan jawaban tersebut pada sub perumusan masalah.
Jawaban 3 adalah karena saya ingin mengetahui hasilnya jika dilakukan penelitian / percobaan tertentu terhadap topik ini. Tempatkan jawaban ini pada sub tujuan penelitian.
Jawaban 4 adalah karena saya ingin membantu memecahkan masalah yang ada di masyarakat saat ini. Tempatkan uraian tentang masalah tersebut pada rumusan masalah. Sedang manfaat berupa pemecahan masalah yang bisa disumbangkan kepada masyarakat ditempatkan pada kegunaan penelitian.
Latar Belakang
Sebagai bab yang mengantarkan pembaca ke topik yang dibahas, bab pendahuluan merupakan tempat menjelaskan alasan pemilihan topik. Pendahuluan diawali dengan sub bab bernama Latar Belakang. Inti dari sub latar belakang adalah menunjukkan bahwa topik yang diajukan tersebut adalah hal yang penting atau berguna atau relevan untuk dibahas atau diteliti. Sub bab ini bersama sub bab permasalahan digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang alasan umum dipilihnya suatu topik atau judul penelitian.
Permasalahan
Sub bab ini juga bisa dinamakan “Identifikasi masalah” atau “Perumusan masalah”. Sub ini berisi penjelasan mengenai masalah yang menjadi titik tolak dilakukannya penelitian. Inti dari bab ini adalah menyebutkan kondisi yang belum sesuai dengan yang seharusnya. atau menunjukkan sesuatu yang belum dilakukan padahal seharusnya dilakukan. Pada sub ini juga dimuat pernyataan tentang perlunya dilakukan penelitian seperti tertera pada judul proposal.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian (obyektif penelitian) berupa pernyataan (rumusan) secara eksplisit tentang hal-hal atau hasil langsung yang akan dicapai pada penelitian. Rumusan tujuan ini akan menjadi pemandu selanjutnya pada penyusunan tinjauan pustaka, pendekatan teori, metodologi penelitian, maupun pada penentuan kesimpulan dan saran yang akan ditulis di dalam skripsi nanti. Semua isi bab tersebut harus konsisten dengan rumusan tujuan penelitian.
Pada proposal tugas akhir rancangan alsintan, lazimnya rumusan tujuannya yang pertama berbunyi: tujuan penelitian ini secara umum ialah untuk memperoleh rancangan alat ….
Manfaat penelitian
Pada sub bab ini dirumuskan manfaat yang dapat disumbangkan dari hasil penelitian kepada masyarakat yang memiliki permasalahan sebagaimana dirumuskan pada sub “permasalahan”. Selain itu biasanya manfaat yang diharapkan dari penelitian ialah sebagai sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, biasanya komunitas tujuan yang diharapkan bisa memperoleh manfaat dari penelitian adalah petani dan masyarakat akademik.
Batasan Masalah
Pembatasan masalah adalah pernyataan tentang hal-hal apa yang diteliti atau dikerjakan di antara masalah yang dinyatakan sebelumnya pada sub permasalahan. Pada sub ini termasuk disebutkan tentang batasan bagian alat yang dirancang secara mendetail disertai penjelasannya.
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka digunakan untuk tempat menuliskan hal-hal yang telah dipelajari dari bahan-bahan pustaka, yang mendukung topik penelitian. Untuk memungkinkan dilakukannya penelitian yang baik, sebelum serta pada waktu melaksanakan penelitian, peneliti perlu mempelajari hal-hal yang relevan dengan topik penelitian, antara lain:
• Mempelajari pengetahuan minimal yang diperlukan untuk bisanya melaksanakan penelitian
• Mempelajari data serta hasil penelitian yang mendasari asumsi, metodologi serta ruang lingkup penelitian.
Isi dari bab tinjauan pustaka akan meliputi:
• Uraian atau penjelasan ringkas tentang istilah atau konsep yang tercakup dalam judul penelitian.
• Perkembangan / kemajuan penelitian yang telah dicapai mengenai topik yang diteliti.
• Kemajuan teknologi yang berkembang di masyarakat tentang topik yang diteliti.
Pendekatan Teori
Rancangan alsin yang standar memerlukan adanya uraian logis tentang proses perancangan yang berlangsung dalam pikiran perancang sebelum tertuang dalam sket rancangan akhir. Uraian tersebut disampaikan pada bab pendekatan teori. Urutan logika bab pendekatan teori adalah
• Substansi proses, berisi penjelasan tentang kerja apa yang sebenarnya akan dilayani oleh alat yang akan dirancang.
• Output kerja ideal, berisi kriteria ideal hasil proses.
• Cara-cara yang mungkin untuk mencapai output ideal. Cara tersebut terdiri dari cara yang sudah dilakukan untuk pekerjaan yang sama, cara yang dilakukan untuk proses lain mirip, dan cara lain yang secara nalar mungkin dilakukan untuk mencapai output ideal tersebut.
• Metoda yang dipilih di antara berbagai pilihan metoda pengerjaan yang tersedia beserta penjelasan logis dipilihnya metoda tersebut. Metoda pengerjaan tersebut kemudian dijadikan sebagai model rancangan alat yang dipilih. Penjelasan mengenai model rancangan yang dipilih harus mampu memberi jawaban logis kepada pembaca mengenai alasan dipilihnya rancangan seperti tertera di judul penelitian. Secara nalar, judul penelitian dibuat menyesuaikan dengan model rancangan yang dipilih pada sub ini. Rumusan dari model rancangan yang dipilih tersebut selanjutnya diuraikan pada sub “gambaran umum rancangan” pada bab metodologi penelitian.
• Teori kerja alat yang akan dirancang. Pada sub ini dijelaskan mengenai mekanisme kerja bagian fungsional menangani obyek yang dikerjai. Jika digunakan rumus-rumus fisika untuk menjelaskan mekanisme kerja tersebut, hal itu juga dijelaskan di sub ini.
Metodologi Penelitian
Bab metodologi penelitian pada proposal berfungsi untuk menunjukkan kesiapan penulis dalam melaksanakan penelitian yang diusulkan. Jika pada bab sebelumnya calon peneliti menguraikan penjelasan logika tentang teori kerja yang mendasari rancangan alat atau mekanisme kerja alat yang akan dirancang, pada bab metodologi penelitian, pengusul penelitian harus menunjukkan tentang rencana kongkrit yang akan dilakukan dalam penelitian.
Sistematika bab metodologi penelitian
Sistematika bab metodologi penelitian pada proposal untuk tugas akhir rancangan alsintan adalah sebagai berikut:
BAB IV. METODOLOGI PENELITIAN
4.1. Tahapan penelitian
4.2. Perancangan Alat
4.2.1. Gambaran umum rancangan
4.2.2. Rancangan bagian fungsional
4.2.3. Rancangan alat keseluruhan
4.3. Pembuatan alat
4.3.1. Bahan yang diperlukan
4.3.2. Cara pembuatan
4.3.3. Alat yang diperlukan
4.3.3. Waktu dan tempat pembuatan
4.4. Uji kinerja
4.4.1. Tujuan pengujian
4.4.2. Cara pengujian
4.4.3. Waktu dan tempat pengujian
4.4.4. Parameter pengujian
4.4.5. Data yang diperlukan
4.4.6. Bahan dan alat yang diperlukan
4.4.7. Cara pengambilan data
4.4.8. Rancangan percobaan (jika diperlukan)
Sedangkan isi masing-masing sub bab pada metodologi penelitian dijelaskan sebagai berikut:
Tahapan Penelitian
Pada sub bab ini disebutkan tahapan penelitian yang dilalui selama menyusun tugas akhir.. Pada sebuah tugas akhir rancangan alsintan, standarnya ada 3 tahapan penelitian, ialah: Perancangan alat, Pembuatan alat, dan Uji kinerja
Gambaran umum rancangan
Sub bab ini juga bisa diberi nama “Karakteristik rancangan”, “Kriteria rancangan”, atau “Garis besar rancangan”. Pada sub ini dituliskan mengenai karakteristik alat secara umum, disebutkan mengenai ciri-ciri utama alat yang membedakan dengan alat yang lain. Ciri-ciri tersebut sebagian didapatkan dari sub perumusan masalah di bab pendahuluan, dan sebagian didapat dari tinjauan pustaka serta pendekatan teori.
Rancangan bagian fungsional
Yang dimaksud bagian fungsional ialah bagian alat yang langsung berhubungan dengan obyek atau fungsi kerja alat. Contoh: bagian fungsional dari alat perajang ialah pisau perajangnya; bagian fungsional dari bajak ialah mata bajaknya; bagian fungsional alat perontok padi ialah drum beserta gigi perontok dan konkavnya.
Pada sub “rancangan bagian fungsional”, dijelaskan mengenai kontruksi bagian fungsional yang direncanakan, sesuai dengan gambaran umum rancangan alat. Pada rancangan yang dilakukan oleh mahasiswa teknik pertanian, titik berat rancangan ialah pada bagian fungsional ini, sehingga bagian tersebut perlu dibahas tersendiri, dipisahkan dari bagian-bagian alat yang lain. Pada sub bab ini dijelaskan secara nalar tentang proses terciptanya bentuk atau kontruksi bagian fungsional.
Rancangan alat keseluruhan
Untuk memungkinkan bekerjanya alat, bagian fungsional perlu didukung oleh bagian-bagian lainnya. Bagian lain misal poros, bantalan, transmisi, rangka, perakit, penggerak, serta bagian pelengkap lainnya. Pada proposal harus ditunjukkan gambaran alat secara keseluruhan, lengkap dengan bagian-bagiannya, meskipun tidak perlu bagian-bagian non fungsional tersebut dirancang atau dijelaskan secara terinci.
Pada sub ini dijelaskan gambaran ringkas alat dengan seluruh bagiannya. Dijelaskan tentang bagian-bagian alat dan fungsi masing-masing. Selain itu juga disebutkan rencana bahan yang digunakan untuk masing-masing bagian disertai penjelasan tentang pemilihan bahan. Agar gambaran alat jelas, perlu disertakan gambar sketsa alat yang akan dibuat.
Perlu diingat bahwa rancangan alat yang tertulis di 2 sub bab di atas adalah rancangan awal yang sangat mungkin berubah, sesuai dengan permasalahan yang ditemui selama saat pembuatan dan serangkaian uji fungsional yang akan dilakukan nanti. Sangat mungkin terjadi harus banyak dilakukan modifikasi yang menyebabkan hasil rancangan akhir jauh berbeda dengan rancangan awal tersebut.
Oleh karena itu perlu tetap diingat bahwa rancangan alat yang tertulis di proposal tidak perlu dibuat terinci untuk semua hal. Ada beberapa hal yang dibuat terinci sementara sebagian lain hanya garis besarnya saja.
Pembuatan alat
Pada sub ini dijelaskan mengenai gambaran secara garis besar tentang rencana pembuatan alat, meliputi: waktu dan tempat pembuatan, bahan yang diperlukan, alat yang diperlukan, serta cara pembuatan.
Uji kinerja
Pada sub ini dijelaskan tentang rencana pengujian terhadap rancangan akhir alat. Waktu dan tempat pengujian diisi dengan perkiraan pelaksanaan uji tersebut. Pada kenyataannya waktu dan tempat tersebut sangat mungkin untuk berubah, apalagi jika menyangkut rancangan alsintan lapang. Sedangkan item-item lain biasanya sudah bisa tidak banyak berubah, sehingga sudah bisa dibuat rancangan lengkapnya sejak awal.
Pada skripsi biasanya ada sub bernama cara pelaksanaan penelitian. Pada sub tersebut dilaporkan tentang rincian langkah-langkah pelaksanaan penelitian. Dilaporkan tentang bagaimana langkah persiapan, penanganan terhadap bahan penelitian, dan sebagainya. Pada skripsi rancangan alsintan, sub tersebut bernama cara pelaksanaan pengujian. Perlu diingat bahwa sub tersebut ditambahkan pada skripsi, namun tidak terdapat pada proposal, karena pada saat proposal disusun memang penelitian belum dilakukan!
Tujuan pengujian
Pada sub ini disebutkan tujuan uji kinerja alat hasil rancangan, misalnya berbunyi: “tujuan uji kinerja ialah untuk memperoleh informasi tentang watak laku teknis alat hasil rancangan, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menilai kinerja alat tersebut”.
Cara pengujian
Pada sub ini disebutkan cara pengujian yang diterapkan terhadap alat hasil rancangan. Biasanya cara pengujian ialah dengan menggunakan alat sesuai dengan fungsinya. Contoh kalimat pada sub ini misalnya: “pengujian dilakukan dengan mencoba menggunakan alat hasil rancangan untuk ……” (disesuaikan, tergantung jenis alatnya serta kegunaan alat tersebut).
Jika ada pembanding pada pengujian, hal tersebut disebutkan dalam sub ini, missal: “sebagai pembanding, pada pengujian ini juga dilakukan pekerjaan ….. menggunakan alat ….. dan ….”.
Parameter pengujian
Parameter atau tolok ukur adalah ukuran yang digunakan untuk menilai sesuatu. Dalam suatu penelitian, parameter berarti hal-hal yang harus diukur dalam penelitian tersebut., Pada suatu uji kinerja mesin, parameter kinerja berarti ukuran-ukuran yang digunakan untuk menilai kinerja mesin tersebut. Parameter uji kinerja alsintan sudah dibakukan, mencakup 4 aspek: kapasitas kerja, mutu kerja, efisiensi, dan ergonomi. Selain itu biasanya dalam uji kinerja juga dilakukan penilaian terhadap aspek ekonomi berupa perhitungan biaya penggunaan alat. Oleh karena itu ada yang menyatakan bahwa parameter kinerja alsin ada 5, dengan diikutkannya parameter ekonomi ke dalamnya.
Untuk sebagian kasus, seringkali juga dilakukan pengukuran dan perhitungan pemakaian daya. Pengukuran tersebut digunakan untuk menilai efisiensi pemakaian daya dari alat tersebut.
Jika yang dirancang adalah instrumen, bukannya mesin lapang, pengujian biasanya dititikberatkan pada aspek mutu kerja, karakteristik sistem, penggunaan daya dan aspek ekonomi.
Ketika dikatakan bahwa parameter kinerja alsin adalah terdiri dari 5 buah, artinya untuk menilai baik atau tidaknya kinerja suatu mesin dipakai ke 5 tolok ukur tersebut. Alsin dengan kinerja bagus adalah alsin yang memiliki kapasitas besar, efisiensi tinggi, mutu kerja bagus, aman dan nyaman bagi pemakai, serta murah biaya pemakaiannya.
• Kapasitas kerja dinyatakan dengan banyaknya volume pekerjaan yang terselesaikan atau bahan yang terolah per satuan waktu.
• Efisiensi kerja dinyatakan dengan tingkat keberhasilan alsin melakukan pekerjaan sesuai tujuan.
• Efisiensi pemakaian daya dinyatakan sebagai perbandingan antara input daya yang digunakan dengan daya yang terpakai.
• Mutu kerja dinyatakan dengan banyaknya hasil kerja atau hasil olahan yang memenuhi kriteria standar mutu tertentu.
• Parameter ergonomi dinyatakan dengan derajat kemudahan penggunaan serta keamanan bagi operator dan orang di sekitarnya.
• Parameter ekonomi dinyatakan dengan biaya kerja per volume pekerjaan.
Bagian III. Pedoman Penyusunan Skripsi
Sistematika bab-bab awal skripsi lazimnya sama dengan sistematika proposal. Ada rumusan umum yang menyebutkan bahwa skripsi adalah sama dengan proposal ditambah dengan bab hasil penelitian dan pembahasan dan bab kesimpulan dan saran. Rumusan tersebut tidak salah, hanya saja pada skripsi dengan topik rancangan alsintan, ada beberapa tambahan pada susunan bab-babnya.
Selain itu ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu perbedaan pokok proposal dan skripsi adalah proposal berupa rencana penelitian, sedang skripsi adalah laporan pelaksanaan penelitian. Mengingat perbedaan tersebut, meskipun ada bab-bab yang isinya sama, perlu dilakukan penyesuaian kalimat-kalimat tertentu. Kalimat yang di proposal menyatakan rencana (misalnya menggunakan kata “akan”, “rencananya”, dan sebagainya), pada skripsi harus diganti dengan kalimat yang bermakna laporan peristiwa yang sudah terjadi.
Pendahuluan
Isi bab pendahuluan pada skripsi tidak berbeda dengan isi bab pendahuluan pada proposal, sehingga isinya bisa diambilkan dari proposal. Hanya perlu diperhatikan bahwa kadang terjadi perubahan pada tujuan penelitian serta batasan penelitian karena variabel yang dihadapi selama melaksanakan penelitian. Jika terjadi perubahan maka isi sub tujuan penelitian dan batasan penelitian pada skripsi perlu disesuaikan.
Selain itu jika diketahui ada hal-hal yang belum tercantum dalam proposal namun menambah kejelasan isi bab pendahuluan, sebaiknya hal-hal tersebut ditambahkan. Misalnya saja ada pernyataan pada latar belakang atau permasalahan yang belum didukung data atau rujukan pustaka yang memadai, hal tersebut perlu dilengkapi pada penulisan skripsi. Dengan demikian isi bab pendahuluan pada skripsi akan lebih lengkap dibanding proposalnya.
Tinjauan Pustaka
Bab tinjauan pustaka pada skripsi merupakan pengembangan dari yang terdapat di proposal. Karena ketentuan umumnya, tinjauan pustaka pada proposal adalah sesingkat mungkin, maka biasanya pada pembuatan skripsi bab tersebut perlu dilengkapi agar lebih terinci isinya.
Pendekatan Teori
Bab pendekatan teori pada skripsi juga diambil dari proposal. Isinya sebaiknya juga diperbaiki dan dibuat lebih jelas serta lebih terinci.
Metodologi Penelitian
Menyangkut bab metodologi penelitian, ada 3 model skripsi dengan topik rancangan alsintan. Model pertama dan kedua memasukkan adanya bab metodologi penelitian, sedang model ketiga tidak menyertakan bab tersebut. Adanya perbedaan tersebut disebabkan tugas akhir dengan topik rancangan alsintan mempunyai isi bab metodologi penelitian yang berbeda dengan tugas akhir dengan topik lain. Pada skripsi dengan topik rancangan alsintan, terdapat 3 bab khas yang tidak terdapat pada skripsi dengan topik lain. Urutan bab-bab pada tugas akhir rancangan alsintan yang ekivalen dengan bab “metodologi penelitian” pada tugas akhir non rancangan alsintan, adalah:
“Metodologi Perancangan Alat” atau “Perancangan Alat”
Pembuatan alat dan modifikasi
Pengujian Alat
Sistematika skripsi pada model pertama
Untuk model skripsi pertama yang memasukkan bab metodologi penelitian, susunan isi bab tersebut diambilkan dari proposal dengan perluasan pada sub perancangan alat dan sub pembuatan alat. Pada kedua sub tersebut dilaporkan secara terinci proses perancangan dan pembuatan alat yang faktual telah dilakukan selama penelitian. Model ini menghasilkan skripsi dengan bab metodologi penelitian yang relatif tebal, karena laporan tentang perancangan dan pembuatan alat biasanya isinya memang cukup banyak.
Pada model ini sistematikanya sama dengan skripsi dengan topik bukan rancangan alsintan. Isi dan susunan bab metodologi penelitian hampir sama dengan yang di proposal. Sistematika skripsi model tersebut, urutan babnya secara lengkap adalah sebagai berikut.
• Bab 1. Pendahuluan
• Bab 2. Tinjauan Pustaka
• Bab 3. Pendekatan Teori
• Bab 4. Metodologi Penelitian
• Bab 5. Hasil dan Pembahasan
• Bab 6. Kesimpulan dan Saran
• Daftar Pustaka
Sistematika skripsi pada model kedua
Untuk model skripsi kedua yang memasukkan bab metodologi penelitian, susunan isi bab tersebut diambilkan dari proposal dengan penyingkatan pada sub perancangan alat dan sub pembuatan alat. Pada kedua sub tersebut dalam bab metodologi penelitian hanya berisi judul-judul tahapannya saja, karena laporan rinci mengenai perancangan alat dan pembuatan alat akan dituliskan pada 2 bab terpisah setelah metodologi penelitian. Model ini menghasilkan skripsi dengan bab metodologi penelitian yang tipis. Isi yang terutama bab metodologi penelitian pada skripsi model ini adalah mengenai pengujian alat. Isi sub pengujian alat pada model pertama dan kedua adalah sama. Sistematika skripsi model tersebut, urutan babnya secara lengkap adalah sebagai berikut.
• Bab 1. Pendahuluan
• Bab 2. Tinjauan Pustaka
• Bab 3. Pendekatan Teori
• Bab 4. Metodologi Penelitian
• Bab 5. Perancangan Alat
• Bab 6. Pembuatan Alat dan Modifikasi
• Bab 7. Hasil dan Pembahasan
• Bab 8. Kesimpulan dan Saran
• Daftar Pustaka
Sistematika skripsi pada model ketiga
Untuk model skripsi ketiga yang tidak memasukkan bab metodologi penelitian, sebagai pengganti bab tersebut dimasukkan 3 bab baru ialah “perancangan alat”, “pembuatan alat dan modifikasi”, dan “pengujian alat”. Pada masing-masing bab tersebut disampaikan laporan rinci mengenai perancangan alat, pembuatan alat, serta metodologi pengujian alat. Model ini menghasilkan skripsi tanpa bab metodologi penelitian. Sistematika skripsi model tersebut, urutan babnya secara lengkap adalah sebagai berikut.
• Bab 1. Pendahuluan
• Bab 2. Tinjauan Pustaka
• Bab 3. Pendekatan Teori
• Bab 4. Metodologi Perancangan Alat
• Bab 5. Pembuatan Alat dan Modifikasi
• Bab 6. Pengujian Alat
• Bab 7. Hasil dan Pembahasan
• Bab 8. Kesimpulan dan Saran
• Daftar Pustaka
Perancangan Alat
Metodologi perancangan (Design methodology) pada skripsi berisi laporan mengenai langkah-langkah (tahapan) yang ditempuh dalam merancang alat serta uraian secara lengkap mengenai bagaimana nalar dan perhitungan yang digunakan untuk menghasilkan rancangan awal yang terinci. Sebagian isi bab ini diambilkan dari proposal. Tahapan-tahapan perancangan alat sama dengan yang di proposal.
Susunan isi dari bab ini adalah sebagai berikut:
1. Gambaran umum rancangan
2. Rancangan garis besar
3. Rancangan per bagian
4. Perhitungan dimensi bagian alat
Gambaran Umum Rancangan
Sub ini isinya diambil dari proposal, dengan perbaikan kalimat.
Rancangan Garis Besar
Sub ini merupakan urutan logis setelah kriteria rancangan, berisi gambar garis besar sistem kontruksi mesin yang dirancang. Pada sub ini diceritakan tentang bagian-bagian alat dan fungsi masing-masing dalam sistem kontruksi alat tersebut. Di sub ini disertakan gambar sket alsin yang dirancang.
Rancangan Rinci Per Bagian
Pada sub ini diceritakan proses nalar perancangan perbagian, termasuk rancangan bentuk dan bahan. Penekanan adalah pada bagian fungsional. Bagian lain disesuaikan dengan sub “batasan masalah”.
Perhitungan Dimensi Bagian
Pada sub ini ditunjukkan proses perhitungan yang dilakukan sehingga diperoleh dimensi masing-masing bagian alat. Bagian yang dihitung tergantung pada sub batasan masalah.
Pembuatan Alat
Pembuatan alat berisi laporan lengkap faktual tentang proses pembuatan, uji fungsional serta perubahan-perubahan atau perbaikan yang dilakukan selama pembuatan alat. Pada bab ini diceritakan tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi selama pembuatan alat, serta permasalahan yang terjadi waktu uji fungsional.
Hal yang sangat penting untuk diceritakan pada bab pembuatan alat adalah tentang dilakukannya modifikasi-modifikasi serta penyebabnya sehingga diperoleh rancangan akhir. Biasanya jarang terjadi proses perancangan alat tanpa modifikasi. Karena adanya proses perubahan-perubahan rancangan ini maka rancangan akhir biasanya banyak berbeda dengan rancangan yang semula..
Pada bab pembuatan alat juga dilaporkan mengenai rentang waktu pembuatan, bahan dan alat yang diperlukan dalam pembuatan, cara pembuatan, bahan dan alat yang diperlukan dalam uji fungsional serta cara pelaksanaan uji fungsional, tempat pengujian, serta modifikasi yang dilakukan. Jika dilakukan pengukuran serta perhitungan-perhitungan selama proses pembuatan alat juga dilaporkan di bab ini
Pengujian Alat
Pengujian alat atau metodologi pengujian berisi laporan tentang bagaimana cara pengujian akhir terhadap alat hasil rancangan. Sebagian isi bab diambil dari proposal dengan perbaikan seperlunya, terutama berkaitan dengan parameter pengujian. Sedang sebagian isinya adalah berupa laporan faktual cara pengujian yang telah dilaksanakan.
Hasil dan pembahasan
Bab “hasil dan pembahasan” pada skripsi rancangan alsintan berisi antara lain:
• Deskripsi lengkap alat hasil rancangan setelah modifikasi terakhir. Deskripsi tersebut menyangkut spesifikasi teknis dan gambar-gambar, baik foto maupun gambar teknik.
• Hasil pengujian akhir
• Pembahasan terhadap proses perancangan serta permasalahannya
• Pembahasan mengenai proses pembuatan serta permasalahannya
• Pembahasan mengenai kinerja alat pada pengujian akhir
• Pembahasan terhadap kemampuan, kesesuaian rancangan alsintan dengan teori kerjanya,
• Pembahasan tentang hambatan dan keterbatasan dalam penggunaannya,
• Dan sebagainya.
Kesimpulan dan Saran
Hal-hal yang tercakup pada kesimpulan dan saran disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Ditulis dalam Akademik | Bertanda mesin pertanian, mekanisasi, Teknik Pertanian, proposal, tugas akhir, skripsi, pedoman, teknologi pertanian, penelitian, metodologi penelitian, rancangan, perancangan | 1 Komentar

Categories:

0 comments:

Post a Comment