Perangkat keras untuk Komunikasi Data

Perangkat keras untuk Komunikasi Data

Peralatan yang digunakan untuk melakukan interaksi idalam jaringan komputer dibedakan atas:

- DCE (Data Circuit Terminating Equipment):
Peralatan digunakan untuk menyalurkan informasi antar lokasi dan biasanya langsung tersambung pada saluran komunikasi atau sistem transmisi.

- DTE (Data Terminal Equipment):
Peralatan tempat informasi masuk dan keluar dari bagi pemakai maupun komputer.

Dalam sistem komunikasi data dikenal beberapa macam kelas perangkat keras (hardware) yang dianggap generik

1. Terminal / Komputer
2. Saluran komunikasi atau saluran transmisi
3. Modem atau Nerwork Termination Unit
4. Multiplexer
5. Concentrator

Tiap-tiap perangkat keras mempunyai tugasnya masing-masing dan berkarakteristik khas. Untuk mendapatkan sistem komunikasi data yang baik sifat tiap hardware harus diketahui juga kemampuannya sehingga tiap komponen dapat saling bekerja sama.


Terminal:
Terminal merupakan alat yang melayani proses input/output jadi merupakan penghubung antara manusia dan mesin selain mesin ke mesin. Pilihan terminal ditentukan oleh kebutuhan pada saat sekarang dan akan datang Pemilihan terminal merupakan keputusan yang penting karena pada terminal tergantung antara hubungan antara manusia dan mesin. Beberapa macam terminal hanya dapat menerima masukan (input) saja, beberapa yang lain hanya keluaran (output) saja. Kecepatan dan kemampuan pengolahan data serta pengambilan maupun pengiriman informasi tergantung pada terminal yang dipergunakan. DTE dalam menyampaikan datanya ke DCE akan enggunakan salah satu cara di bawah ini:

a. Asinkron:
Dengan penggunaan start/stop bit. Umum digunakan untuk terminal yang menerima data dalam bentuk karakter dan yang langsung berhubungan dengan manusia. Kecepatannya biasanya tidak begitu tinggi.

b. Sinkron:
Blok data akan dikirimkan setelah terjadi sinkronisasi antara pengirim dan penerima. Blok data umumnya berupa berita (teks) yang terdiri atas sejumlah karakter. Kecepatannya tinggi.

c. Paket:
Data dikirimkan dalam bentuk paket yang terdiri atas sejumlah bit yang telah ditentukan banyaknya. Sinkronisasi yang perlu dilakukan hanyalah untuk menentukan awal dan akhir arus bit. Data merupakan arus bit dan bukan arus karakter. Kecepatannya tinggi. Terminal ini digunakan bila komputer disambungkan ke jaringan data (data network).

Beberapa macam terminal yang dikenal adalah:
1. Terminal kalsik:
Lebih dikenal sebagai dumb terminal, sekarang PC banyak digunakan untuk melakukan fungsi ini misalnya dengan menggunakan program Hyperterm yang ada pada OS Windows. Tugasnya melakukan komunikasi sederhana dengan perangkat terutama untuk melakukan konfigurasi

2. Work Station
Komputer yang mempunyai kemampuan tinggi terutama pengolahan graphics misalnya untuk GUI (Graphical User Interface) sebelum adanya browser.

3. Point of Sale terminal, Tansaction terminal
Terminal yang khusus yang dirancang untuk melaksanakan transaksi komersial tertentu.

4. Server
Merupakan komputer yang berkemampuan tinggi terutama dalam kecepatan pengolahan dan mempunyai memory yang besar karena sering digunakan untuk menyimpan database.

3. Front end processor
Dalam jaringan komputer IBM/SNA komputer ini ini digunakan untuk melayani kegiatan komunikasi data. Semua kegiatan komunikasi dilayaninya dan kegiatan pengolahan data diberikan ke host (main frame) yang umumnya tidak dirancang untuk melakukan kegiatan ini. Front end bekerja sama dengan host komputer untuk mengurangi bebannya dalam melayani masalah komunikasi data. Semua masalah komunikasi data akan dilayani olehnya.

Modem:
Di dalam sistem komunikasi data diperlukan alat untuk merubah sinyal digital dengan proses modulasi dan menerima data yang dikirimkan pada komputer untuk diolah. Alat ini dikenal sebagai Modulator-Demodulator atau secara singkat Modem. Ada beberapa macam kelas modem yaitu broadband dan narrowband. Modem broadband mampu melayani penyaluran informasi dengan kecepatan tinggi dan biasanya melakukan modulasi secara outband yaitu di luar frekuensi suara seperti modem ADSL dan cable modem. Modem narrowband adalah modem yang lazim dipergunakan bila digunakan sambungan melalui saluran telepon seperti untuk keperluan dial-up. Makin banyak data dikirim melalui saluran telepon dan makin tinggi kecepatan transmisi diperlukan teknik modulasi yang lebih canggih untuk transmisi data tanpa kesalahan. Modulasi yang paling sederhana yang sering digunakan ialah: FSK (frequency shift keying) yang tergolong dalam Frequency Modulation. Teknik yang lain yang umum ialah: PSK (Phase Shift Keying) yang tergolong dalam Phase Modulation. Modulasi yang lain ialah QAM (Quadrature Amplitude Modulation), yang merupakan kombinasi dari Phase Modulation dan Amplitude Modulation. Amplitudo menentukan satu kode, dan perubahan fasa kode lainnya. Akibatnya dapat dicapai transfer rate yang tinggi. Modem pada umumnya terhubung ke jaringan telepon (PSTN) maka beberapa fasilitas harus merupakan kelengkapan dasar seperti auto dial (sistem komputer dapat langsung memanggil nomor telepon tujuannya dan modem akan segera bekerja bila hubungan diperoleh) dan auto answer (modem dapat menghubungkan diri dengan sistem komputer tanpa pertolongan operator bila ada panggilan). Semua fasilitas ini diperlukan bila dihendaki berlangsungnya pengiriman data tanpa bantuan operator yang siaga. Bahkan sekarang sistem komputer dapat diperintahkan untuk mengirimkan data pada waktu tertentu, sehingga operator tidak diperlukan pada saat pengiriman data berlangsung.
Supaya komunikasi terlaksana digunakan standard yang dipatuhi oleh pembuat modem yang terkemuka. Untuk komunikasi di Amerika Serikat digunakan Bell System, sedangkan standard internasional dikeluarkan oleh ITU-T. Ketentuan yang dibakukan seperti misalnya ketentuan interface antara terminal dan modem yaitu RS-232-C (dari EIA-U.S.A) dan ITU-T V.24 yang kompatibel dengan RS-232-C. Untuk kecepatan yang lebih tinggi didefinisikan standard RS-499 dan V.35. Standard ini mendefinisikan interface antara DTE (Data Terminal Equipment) dan DCE (Data Communication terminating Equipment) dalam hal ketentuan mekanik, listrik dan fungsional. DCE bertugas mengubah sinyal data menjadi bentuk yang sesuai bagi saluran transmisi (saluran komunikasi) dan sebaliknya.
Berberapa standard yang digunakan pada modem:
 V.21 Kecepatan 300 bps, menggunakan 2-kawat dengan modulasi FSK
 V.22 Kecepatan 1200 bps, menggunakan 4-PSK, 2 kawat
 V.22 bis kecepatan 1200 dan 2400 bps, 2 kawat dengan modulasi 4-DPSK, 16-QAM
 V.23 1200 bps, FSK, 2 wire HDX, 2 wire
 V.26 2400 bps, 4-PSK, 4 wire
 V.27 4800 bps, 8-PSK, 4 wire
 V.29 9600 bps, 16QAM, 4 wire
 V.32 9600 bps, 32 QAM/trellis, 2 wire
 V.32 bis 14400 bps, 64 QAM, 4 wire
 V.32 terbo 19, 200 bps, 256 QAM, 4 wire
 V.33 14, 400, 128 QAM (terllis), 4 wire
 V.34 28, 800 bps, 4096 QAM, 4 wire


MULTIPLEXING
Sistem komputer pada dasarnya bekerja dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan transmisi yang mungkin pada suatu data link mungkin jauh lebih cepat dari pada kecepatan sebuah terminal. Bila data link ini hanya digunakan oleh satu terminal biaya operasi dibandingkan dengan data yang dikirimkan cukup tinggi. Biaya dari saluran komunikasi merupakan biaya yang cukup berperan dalam sistem komunikasi sehingga saluran komunikasi dan harus dibuat seefisien mungkin. Sistem komputer tersebut bekerja tidak efisien karena banyak waktu yang terbuang untuk menunggu receiver siap menerima data berikutnya. Untuk memanfaatkan kemampuan yang ada maka dilakukan berbagai cara agar lebih banyak informasi yang dapat disalurkan melalui sistem transmisi yang ada. Pemanfaatan sistem tansmisi untuk membawa lebih banyak sinyal informasi ini sering dikenal sebagai teknik multiplexing. Untuk effisiensi penggunaan saluran digunakan multiplexing, yaitu mengirim data dari sejumlah terminal sekaligus. Teknik multiplexing bersifat transparan karena baik pengirim maupun penerima tidak pernah mengetahui bahwa ada proses lain yang terlibat diantara keduanya. Peralatan yang melakukannya disebut multiplexer. Karena kecepatan sistem komputer yang tinggi maka seolah-olah semua receiver tersebut menerima data pada saat yang bersamaan. Pada teknik ini masing-masing receiver mempunyai hubungan langsung ke sistem komputer melalui multiplexer tadi. Pembagian ini dapat berupa waktu atau frekuensi. Modulasi umumnya berkaitan dengan frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi sinyal informasi atau juga mempunyai kecepatan penyaluran transmisi (bit rate) yang lebih tinggi dari kecepatan informasi yang disalurkannya. Dua macam teknik multiplexing yang umum digunakan:

• Frekuensi Division Multiplexing (FDM)
• Time Division Multiplexing (TDM)

Jadi multiplexing ialah penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk disalurkan ke satu saluran komunikasi. Beberapa alasan penggunaan multiplex:

 menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi.
 memanfaatkan sumber daya (resources) seefisien mungkin.
 kapasitas terbatas dari saluran komunikasi digunakan semaksimum mungkin.
 karakteristik permintaan komunikasi pada umumnya memerlukan penyaluran data dari beberapa terminal ke titik yang sama.


Frequency Division Multiplexing:
Teknik multiplexing yang banyak dipakai adalah FDM. Seringkali lebar pita frekuensi yang dimungkinkan disalurkannya biasanya jauh lebih besar dari sinyal informasi yang harus dibawanya. Oleh karena itu lebar pita yang tersedia dapat dibagi-bagi menjadi beberapa kanal dan tiap kanal mempunyai carrier yang berfrekuensi tertentu, setelah itu semuanya akan dibawa bersama dengan frekuensi carrier yang telah ditentukan ke tempat tujuan. Proses penumpukkan sinyal agar dibawa oleh carrier tersebut dikenal sebagai FDM (Frequency Division Multiplexing). Sistem ini menumpukkan sinyal pada bidang frekuensi. Data yang dikirimkan akan dicampur berdasarkan frekuensinya. FDM sebenarnya banyak dipergunakan pada pengiriman sinyal analog. Data pada tiap kanal dimodulasikan dengan FSK untuk voice grade channel. Seperti kita ketahui dalam sistem komputer data selalu ber-bentuk digital yang hanya mengenal 0 dan 1 saja. Pembedaan 0 atau 1 didasarkan atas frekuensi.
Misalkan diketahui kanal komunikasi suara berupa kabel voice-grade mempunyai lebar frekwensi 300-3000 Hz. Untuk komunikasi data kanal ini dengan teknik multiplexing FDM dapat dipakai untuk lebih dari satu terminal. Untuk keperluan ini digunakan 4 carrier misalnya 600, 1200, 1800, 2400 Hz. Ini berarti data dari 4 buah sumber dapat dikirimkan ke tujuan secara bersamaan hanya dengan mempergunakan sebuah voice-grade saluran. Bilangan biner "1" diwakili oleh sinyal 800, 1400, 2000, 2600 Hz sedangkan biner "0" oleh sinyal 400, 1000, 1600, dan 2200 Hz. Untuk mencegah interferensi tiap-tiap band dipisahkan oleh jalur selebar 200 Hz. Jadi penerima akan memisahkan sinyal yang diterimanya ber-dasarkan frekwensinya dan kemudian menyalurkan menuju ke tempat tujuan yang dikehendaki. FDM ini tidak hanya dipergunakan untuk pegiriman secara point to point tetapi juga dapat untuk cara multidrop. Dengan cara ini setiap penerima di tujuan hanya mengambil sinyal data sesuai dengan frekuensi yang sudah ditentukan dan data yang lain diteruskan ke tujuan yang bersangkutan. Karena tiap kanal telah diberikan pada terminal yang telah tertentu, maka kalau terminal tersebut tidak mengirimkan data kanal itu tidak berfungsi. FDM dikatakan "code transparent" artinya sistem sadi yang dipakai oleh data yang dikirimkan tidak mempengaruhinya. FDM dapat beroperasi secara Full Duplex dengan 2 atau 4 kawat. Kalau digunakan 2 kawat, jumlah kanal yang tersedia akan menjadi setengahnya karena untuk pengiriman dan penerimaan masing-masing membutuhkan satu kanal.


Time Division Multiplexing:
TDM (Time Division Multiplexing) merupakan proses digital yang dapat diterapkan bilamana kemampuan dari saluran transmisi lebih besar dari masing - masing pasangan pengirim dan penerima yang disambungkannya. Sistem ini dapat menampung sejumlah pasangan pengirim dan penerima sedemikian rupa sehingga kemampuan dari saluran transmisi dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Informasi dari masing-masing pasangan secara bergantian akan disambungkan atau mendapat kesempatan memakai saluran transmisi. Oleh karena pengiriman informasi dilakukan secara bergantian maka sistem ini dikenal dengan nama Time Division Multiplexing. TDM merupakan teknik multiplexing dengan penggunaan sinyal digital. TDM menggunakan teknik interleaving yaitu menyelipkan satu atau sejumlah bit dari sejumlah sumber sinyal informasi dan menyalurkannya melalui satu saluran komunikasi. Hasilnya ialah aliran bit yang berasal dari sejumlah sumber informasi . Pengirim dan penerima harus sinkron agar informasi dari satu kanal dapat diterima oleh kanal yang tepat pada penerima. Implementasi TDM dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu secara asinkron dan secara sinkron. Waktu dibagi menjadi sejumlah time slot. Pada sistem sinkron waktu yang diberikan (time slot) kepada tiap pengirim (perangkat) lamanya tetap dan tidak dapat dipakai oleh pengirim lain. Giliran bagi pengirim tersebut tetap disediakan walaupun tidak dipakai sehingga time slot tersebut terbuang. Akibatnya saluran pada keluaran dapat tidak terpakai keseluruhan kapasitasnya.
Dengan TDM pengiriman data dilakukan dengan melakukan pencampuran data berdasarkan waktu signal data tersebut dikirimkan. TDM digunakan untuk transmisi sinyal digital. Data bit dari terminal secara bergantian harus diselipkan di antara data bit dari terminal lain. Transmitter dan receiver harus sinkron supaya masing-masing receiver menerima data yang ditujukan kepadanya. Misalkan 4 buah terminal akan mengirimkan data ke receiver dengan kecepatan 300 bps; dengan teknik TDM 1 saluran komunikasi dapat menyalurkan data dari ke empat terminal tadi sekaligus dengan kecepatan total sebesar 1200 bps. Akibatnya diperlukan saluran berkualitas tinggi yang dapat mengirimkan data dengan kecepatan tinggi antara multiplexer pengirim dan demultiplexer penerima. Antara pengirim atau penerima dengan multiplexer dapat dipergunakan saluran yang berkualitas jauh lebih rendah sedemikian rupa sehingga jumlah kecepatan semua saluran tersebut harus lebih rendah atau sama dengan kecepatan saluran antara kedua multiplexer. Pada contoh di atas saluran antara kedua multiplexer dipergunakan saluran yang mempunyai kecepatan 1200 bps, sedang saluran dari pengirim ke multiplexer digunakan saluran berkualitas lebih rendah misalnya masing-masing 300 bps (Jumlah ke 4 saluran tersebut 1200 BPS). Terlihat dengan jelas cara ini lebih sulit dibandingkan dengan cara FDM karena urutan data sinyal harus diperhatikan. Sampai saat ini cara TDM hanya dipergunakan untuk komunikasi point to point. Pada TDM lebih mudah dilakukan penambahan peralatan pengirim data, karena tidak akan mempengaruhi peralatan yang sudah ada sampai pada batas-batas tertentu. TDM pada dasarnya lebih effisien dari pada FDM karena 1 saluran komunikasi telepon dapat dipakai sampai dengan 30 terminal sekaligus. Seperti yang dilakukan dengan penggunaan Pulse Code Modulation. Sinyal suara di sample dengan laju 8000 sample per sekon dan hasilnya disandikan sebagai dengan sandi 8 bit untuk satu time slot. Tiap kanal biasanya disebut sebagai time slot dan teknik PCM menentukan bahwa kanal suara dibawa pada time slot 1 sampai dengan 15 dan time slot 17 sampai dengan time slot 32. Time slot 0 digunakan untuk sinkronisasi, sedangkan time slot 16 untuk signaling. Sistem ITU-T menggunakan kecepatan 2048 Kbps atau 30 kanal suara dan dikenal sebagai sistem multiplexing E1, yaitu teknik multiplexing yang membawa sinyal informasi dengan kecepatan 2048 kbps. Bilamana informasi berupa sinyal suara maka biasanya digunakan PCM sehingga tiap kanal mempunyai kecepatan 64 kbps dan sebuah E1 dapat membawa sekitar 30 kanal suara sedangkan sistem Amerika Utara dikenal sebagai T-carrier yang kecepatannya 1544 Kbps atau 24 kanal suara. Dalam sistem TDM terdapat beberapa hierarki yaitu E1 dengan kecepatan 2048kbps, E3 dengan multiplexing 16 E2 sehingga diperoeh kecepatan 34 Mbps Standard yang umum dipakai adalah standard yang dikenal sebagai G.703.

TDM asinkron lebih dikenal sebagai STDM (Statistical Time Division Multiplexing) mengatasi masalah ini efisiensi saluran. Secara teoritik kecepatan keluarannya lebih rendah dibandingkan dengan jumlah kecepatan masukannya. STDM dapat mendukung jumlah masukan yang lebih besar dari kemampuan maksimum keluarannya. Jumlah masukan ditentukan berdasarkan analisis statistik mengenai aktivitas saluran masukan. Tiap slot dapat dipakai oleh siapapun. Oleh karena kemungkinan seluruh kanal akan mengirimkan informasi lebih kecil, maka terdapat kemungkinan bahwa jumlah sumber yang akan dilayani dalam pengiriman informasi lebih besar daripada jumlah kanal tersedia. Kanal yang tersedia hanya diberikan pada sumber yang hendak mengirimkan informasinya. Apabila pada suatu saat kanal yang bebas tidak ada lagi, maka sumber tadi diberikan suatu buffer untuk menyimpan informasinya dan mendapatkan suatu kanal atau time slot bilamana ada yang bebas. Sistem multiplexing ini memerlukan format yang agak berbeda dengan TDM yang biasa dikenal. Multiplexer melakukan scanning dan mengumpulkan data tersebut dalam frame. Masalah yang dihadapi ialah bagaimana sebuah demux mengetahui slot yang mana kepunyaan masukan yang mana. Untuk mengatasi hal ini diperlukan suatu address yang menunjukkan ke mana data tersebut harus dikirimkan. Address ini hanya diperlukan secara internal antara multiplexer dengan demultiplexer. Oleh karena itu time slot biasanya agak besar. Variable length time slot dapat dipakai oleh STDM ini. STDM mempunyai keuntungan dalam efisiensi penggunaan saluran secara lebih baik. STDM memberikan kanal hanya kepada terminal yang membutuhkan. STDM memanfaatkan sifat lalu-lintas yang mengikuti karakeristik statistik, demikian pula beberapa sifat protokol seperti Start-Stop bit, Flag, Filler dan lain-lain. Dengan multiplexing cara ini efisiensi dapat ditingkatkan lagi beberapa kali lipat. STDM juga dikenal sebagai Intelligent Time Division Multiplexing.
Dalam TDM asinkron perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan framing, interleaving. Framing merupakan pengelompokkan satu siklus dari time slot dengan framing bits. Bilamana sistem mempunyai n input, maka tiap frame akan terdiri atas n slot. Terdapat kemungkinan bahwa satu perangkat mendapatkan lebih dari satu time slot bilamana kecepatan datanya lebih tinggi daripada kecepatan perangkat lainnya. Oleh karena pemberian giliran dilakukan secara teratur, maka informasi dari satu masukan akan diselipkan di antara informasi dari masukan lainnya secara tetap dan teratur. Proses semacam ini disebut interleaving. Interleaving dapat dilakukan per bit, per oktet ataupun satuan lainnya tergantung dari besarnya waktu antara. Besarnya interleave ini tetap. Kerugian sistem sikron ini ialah adanya time slots yang tidak terpakai berhubung masukannya tidak ada. Kecepatan ini harus merupakan kelipatan dari kecepatan yang dilayani oleh satu time slot. Bilamana tidak, maka harus digunakan prinsip bit stuffing yang menyebabkan dicapainya kelipatan kecepatan tersebut.

Bilamana ketiga sistem multiplexing dibandingkan maka FDM tidak memberikan banyak manfaat dibandingkan dengan TDM karena:
• kurang efisien, tiap kanal dipisahkan dalam pita frekuensi sehingga terdapat bagian dari pita keseluruhan yang terbuang untuk melindungi terhadap gangguan crass-talk
• kurang flexible. Perubahan kecepatan atau jumlah kanal memerlukan perubahan pada sisi frekuensi tengah dari skem kanal.
• tidak sesuai bagi multiplexing sinyal sinkron karena kesukaran dalam hal clock dan menjaga timing

Inverse Multiplexing
Karena kemampuan penyelenggara jasa telekomunikasi berbeda-beda dan seringkali keperluan saluran berkecepatan rendah lebih banyak dibandingkan kecepatan tinggi, maka terdapat kemungkinan bahwa informasi kecepatan tinggi harus disalurkan melalui saluran berkecepatan lebih rendah. Inverse multiplexing merupakan teknologi yang cukup baru yang dapat memecahkan masalah ini. Masukan berkecepatan tinggi akan disalurkan melalui beberapa saluran berkecepatan lebih rendah ke tempat tujuannya.

Concentrator:
Kadang-kadang sistem komunikasi data tumbuh demikian kompleks-nya sehingga cukup bermanfaat penggunaan remote data concentrator atau concentrator saja yang merupakan interface antara sejumlah terminal dengan saluran ke host computer. Ia digunakan sebagai pengganti ataupun bersama-sama dengan multiplexer. Concentrator ini menyerupai multiplexer. Tetapi bila pada multiplexer data yang diterima segera diteruskan ke tujuannya, maka concentrator akan mengumpulkan semua data yang diterimanya sampai batas tertentu dan kemudian baru disalurkan secara bersamaan ke tujuan. Seringkali juga memiliki processor dan memory sendiri sehingga juga membebaskan komputer utama dari masalah komunikasi data,bahkan lebih dari front-end processor alat ini juga melakukan pemeriksaan atas data yang diterima atau dikirim dan bila perlu melakukan koreksi.
Concentrator selain membebaskan saluran komunikasi dari lalu lintas yang tidak bermanfaat juga membebaskan komputer dari semua kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran berita tanpa salah (error free messages). Concentrator mempunyai processor yang khusus. Concentrator tidak saja mengkombinasikan saluran kecepatan rendah menjadi saluran berkecepatan tinggi tetapi juga melakukan konversi kode, kecepatan, meratakan traffic dan error control yaitu segala usaha untuk memperbaiki daya guna dari komputer dan saluran komunikasi. Concentrator secara hardware terbentuk data sebuah general purpose mini komputer dengan stored program atau communication control computer yang dirancang khusus untuk keperluan ini. Per-bedan antara keduanya ialah dalam melakukan tugas-tugasnya communication control banyak menggunakan hardware khusus. Fungsi Concentrator hampir sama dengan multiplexer, perbedaannya multiplexer menggabungkan sinyal dari banyak sumber dan menyalurkannya sekaligus melalui satu kanal komunikasi. Concentrator menampung sinyal dari beberapa sumber dan menyalur-kannya melalui saluran komunikasi bila saluran tersebut bebas. Data ditampung terlebih dahulu sebelum dikirim keluar.Data yang ditampung diproses terlebih dahulu sebelum dikirim keluar. Sekarang STDM banyak melakukan tugas Concentrator sehingga sukar dilakukan pembedaan antara keduanya. Ciri khas dari Concentrator yang amat bermanfaat ialah kemampuan mendukung protokol yang mengikuti model OSI. Tugas concentrator :

- Line servicing :
membentuk hubungan, identifikasi terminal, menentukan kecepatan dan pelayanan yang dibutuhkan serta polling. Concentrator melakukan polling hingga address tujuannya dapat diberikannya sendiri dan tidak perlu dari host. Dengan cara ini host tidak perlu secara langsung ber-hubungan dengan terminal. Concentrator hanya mengirimkan informasi yang penting saja ke host. Untuk berita ke host, Concentrator akan menggabungkannya dengan berita lain yang bertujuan sama. Berita dari terminal ke terminal yang berada dalam daerah operasi concentrator akan dilayaninya sendiri. Concentrator dapat melakukan fungsi store & forward.

- Konversi kecepatan dan kode :
Dalam jaringan komunikasi data terdapat berbagai macam terminal yang beroperasi dengan berbagai keceptan dan format kode. Concentrator dapat mendeteksi sinyal masuk dan mengetahui kecepatannya. Kode dan kecepatannya akan dikonversikan sesuai dengan kebutuhan baik untuk komunikasi antar terminal maupun ke host.

- Meratakan traffic
Karena adanya memory yang dapat digunakan untuk menyimpan data, concentrator dapat meratakan traffic dalam arti menggunakan saluran secara effisien. Mode store and forward berguna untuk hal ini karena tiap terminal tetap dapat mengirimkan datanya walaupun pihak yang ditujunya masih sibuk. Data yang dikirimkan akan disimpan untuk sementara waktu dan dikirimkan ke tujuan bilamana tempat yang dituju bebas.

- Error Control
Data yang masuk dapat diperiksa keandalannya dan juga pemberian kode untuk pengiriman data ke host computer. Ia dapat melayani permintaan pengulangan pengiriman data karena adanya kesalahan kegiatan ini dapat dilakukan guna membebaskan host computer dari tugas-tugas ini yang cukup memerlukan processing time.


Categories:

0 comments:

Post a Comment